Pais Nilem Telor, Kojo Warung Jeruk
Cari Berita

Pais Nilem Telor, Kojo Warung Jeruk

Destinasi Nusantara
Selasa, 30 Oktober 2018

Namanya sederhana. Warung Jeruk. Lokasi warung unik dan khas ini antara Banjar dan Ciamis. Dari obyek wisata Karangkamulyan sekitar 3 km. Nama ini diambil oleh pemilik warung pertama, Sumiati yang tahun 1958 mulai usahanya. Ukuran bangunan saat berdiri Cuma 7 M2 dan kini menjadi 14 M2.

Coba Pais Nilem Telor di Warung Jeruk


Bangunannya sederhana, berdinding bilik yang tetap dipertahankan dengan sarana masaknya berupa hawu alias tungku yang menggunakan bahan bakarnya suluh yakni potongan-potongan bambu atau kayu. Semuanya serba khas dan unik untuk kondisi masa kini. Konsumennya datang bermobil dengan leter Z, D dan B bahkan juga dari luar Jawa Barat.

Sarana masaknya ini tetap dipertahankan sehingga menjadi ciri khas karena menyebabkan masakannya tidak bau minyak tanah atau gas, tetapi dengan hawu dan suluh bambu masakan menjadi enak dan harum. Sementara lauk-pauk yang disediakannya juga termasuk khas.

Rumah makan sederhana ini ternyata mampu mengalahkan rumah-rumah makan mewah dengan bangunan beton dan peralatan yang modern. Di Warung ini, Sumiati (almarhumah) mulai dengan sajian kuliner rumahan. Kondisi demikian tetap dipertahankan oleh pewarisnya, Komali.

Destinasi Nusantara.com yang ingin mengetahui tentang unggulan alias kojo kuliner di Warung Jeruk ini menerima penjelasan dari Meilandini, cucu Komali. Ia membeberkan masakan yang biasa tersaji di Warung Jeruk. “Tidak jauh berbeda sih dengan masakan yang biasa disajikan saat buyutnya, Ibu Sumiati memulai membuka warung ini “.ucapnya.

Meilandini menjelaskan konsumen tertarik dengan Warung Jeruk karena konsep masakan dan alat masaknya juga seabagaimana sajian di rumah. Ini juga rupanya yang menjadi daya tarik Warung Jeruk sehingga kabar ini menyebar dari mulut ke mulut sehingga konsumennya bukan hanya lokal saja melainkan juga sudah menasional.

Pais Nilem Telor, Kojo Warung Jeruk bisa menjadi pilihan kuliner makan siang di kota Pangandaran, Jawa Barat.
Pais Nilem Telor

Menurut Meilandini, di Warung Jeruk yang menjadi unggulan alias kojonya adalah pepes. Tetapi, pepes yang paling banyak diminati adalah pais nilem telur. “Banyak konsumen yang selalu menanyakan tentang pepes nilem telur ini. “Padahal, ada pepes lain yang juga khas, seperti pepes gurame, pepes hurang (rebung semcam udang yang dipelihara di sawah atau balong) dan pepes manuk (burung) “, tegas Meilandini.

Hal yang unik lainnya adalah lalabannya yang juga khas dengan dicocol garam yang sudah disangray atau dioseng-oseng tanpa minyak kelapa sehingga menjadi lebih kering. Semua lalab seperti kunyit muda (koneng Sd), cikur melimpah ketika musim hujan dan musim kemarau sudah mulai jarang. Lalaban lainnya putat, anewi, tespong dan pohpohan.

Kesimpulan


Ternyata, kata Meilandini, konsumen yang singgah di Warung Jeruk kebanyakan wisatawan dari luar wilayah Priangan. Wisatawan-wisatawan yang berwisata ke Pangandaran, baik pergi mau pun pulangnya selalu menyempatkan diri singgah di Warung Jeruk.