Warung Misbar : Nonton dan Menu Unik Nusantara
Cari Berita

Warung Misbar : Nonton dan Menu Unik Nusantara

Destinasi Nusantara
Selasa, 30 Oktober 2018

Masyarakat penggemar kuliner selalu mencari tempat makan-minum yang santai. Demikian pula dengan pengusaha kuliner selalu mencari terobosan baru, santai, murah, meriah, unik, khas dan sajian makanan-minuman yang unik. Tampilan yang beda.

Terobosan ini diciptakan demikian rupa agar mampu ngabibita cita rasa setiap pencinta kuliner. Soal harga juga bersaing dengan rumah-rumah makan atau restoran. Nah, kali ini Destinasi Nusanatara.com mencoba berkunjung ke Warung Misbar di Jl. Martadinata.

Bersantap Unik di  Warung Misbar



Aneka macam kuliner, minuman khas ditambah es yang memiliki nama-nama unik merupakan salah satu daya tarik yang membikin orang tertarik ingin mencobanya. Demikian pula dengan nama rumah makannya, Warung Misbar. Konon dalam pergaulan sehari-hari kata misbar konotasinya lebih condong ke girimis bubar.

Warung Misbar ini menyajikan sekitar 30 macam makanan khas rumahan jaman dulu. Nama-nama makanan dan minuman pun unik dan menarik sehingga ada kesan untuk mencoba dan menikmatinya.
Warung Misbar

Tetapi pemilik warung yang dimotori Harry Nurcahya, Imam Musholi dan Ridwan rupanya tidak menuju gerimis bubar melainkan memiliki arti pesta rakyat. Luas bangunan sekitar 700 m2, cukup untuk bersantai ria sambil nonton film jaman dulu. Malah jika ingin lebih santai pengusaha juga menyediakan stage berkapasitas sekitar 30 orang menghadap layar film.

Konsep pengusaha sebagaimana penuturan Arry, Operational Manager mewakili General Manager Agustina, menikmati hidangan makanan dan minuman sambil nonton film jadul. Film yang disajikan adalah film-film produksi tahun 1980-an dengan bintang-bintang film seperti Benyamin Suaeb, Warkop (Dono, Indro, Kasino), Kwartet Ateng, Rano Karno, Kang Ibing.

Untuk lebih membuat suasana kenangan, pengusaha pun menghiasi dinding Warung Misbar dengan foto-foto ukuran besar bintang-bintang film Benyamin, grup Warkop, Suzana, S. Septian, Kang Ibing, Bing Slamet. Semua artis jadul yang beken di jamannya.

“Nah, saat menyantap makanan dan minuman yang dipesannya, para pengunjung pun dapat menikmati film-film jadul. Karena hampir semua film yang disajikan bernuansa kocak sehingga setidaknya dapat menghilangkan keruwetan”. ucap Arry.

Makanan-Minuman Unik Ala Warung Misbar


Tidak kepalang tanggung, pengusaha Warung Misbar ini menyajikan sekitar 30 macam makanan khas rumahan jaman dulu. Nama-nama makanan dan minuman pun unik dan menarik sehingga ada kesan untuk mencoba dan menikmatinya.

Arry mengungkapkan, jenis makanan yang tersaji antara lain pencok daun katel semacam karedok dengan bahannya kedelai yang baru tumbuh. Bahan-bahan ini tidak ada di pasaran. Kemudian sate jebrod, jengkol teri balado, tumis ulated, sambal mangga, terong medan balado, pindang, tumis kededemes.

Minuman yang tersaji pun memiliki nama-nama unik, nikmat, enak, segar dan belum pernah didengar ada di rumah makan lainnya. Arry menyebutkan nama-nama minuman yang khas itu seperti es satria bergitar, es nyi Iteung, es koboy misbar, es selendang mayang, es Naga Bonar semacam es campur ditambah buah naga.

Semua itu tersaji, ucap Arry, demi kepuasan dan kenyamanan konsumen Warung Misbar sehingga selain menikmati makanan, minuman dan pemutaran film jadul, juga santai dengan suasana sekeliling yang teduh asri.

Menurut Arry, pengusaha berharap Warung Misbar ini kelak menjadi salah satu obyek tujuan wisata dan malah sebagai rumah makan terunik di Kota Bandung, baik nama mau pun konsep makanan-minuman baik taste atau menu yang tersaji. “Selama dibuka, rumah makan ini berdasarkan catatan setiap hari dikunjungi sekitar 400 orang.

Suami isteri konsumen rumah makan ini, Ganjar, dosen Unpad yang memberikan mata kuliah Ekonomi Manajemen dan isterinya Rani yang karyawan PT Telkom, mengemukakan, konsep Warung Misbar sudah cukup menarik.

Rani merasakan makan-minum di rumah makan ini cukup murah, tampilannya unik, makanannya enak, banyak ragamnya dan yang paling disukainya adalah gulai otak, sambal goreng ati, sambal goreng kentang dan minumannya jus mangga.

Sementara Ganjar memberi usulan dan saran agar konsep jadulnya terwujud, mestinya tersedia juga makanan semacam goreng-gorengan, makanan jajanan pasar. Di stage hendaknya juga ada jajanan yang keliling seperti kacang garing. “Ini hanya sekedar masukan, imbuhnya Rani menimpali cerita suaminya. Perlu juga diperhatikan, halaman agar lebih luas.