Air Cikahuripan Bikin Awet Muda
Cari Berita

Air Cikahuripan Bikin Awet Muda

Destinasi Nusantara
Sabtu, 03 November 2018

Kabupaten Ciamis memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Di antara obyek wisata yang menjadi unggulannya adalah Pantai Indah Pangandaran yang bukan saja dikenal di nusantara, melainkan juga di mancanegara. Unggulan lainnya obyek wisata legenda Ciung Wanara yang jaraknya dari Ciamis sekitar 16 km dan dari Banjar sekitar 7 km.

Karang Kamulyan merupakan obyek wisata yang memiliki areal 25 Ha yang dikelilingi dua sungai Citanduy dan Cimuntur. Sungai Cimuntur memiliki sejarah tersendiri yang menurut cerita saat itu putra raja Galuh dihanyutkan dalam suatu peti kokoh yang di dalamnya disertai sebutir telur ayam yang kemudian memiliki cerita tersendiri.

Banyak situs peninggalan kerajaan Galuh yang tersimpan di obyek wisata Karang Kamulyan antara lain, situs Pangcalikan (kursi raja) saat berdirinya kerajaan Galuh sebagai pusat pemerintahan yang dikelilingi batu-batuan bertumpuk, tempat rapat juga tempat sabung ayam. Semuanya terpelihara baik.

Resep Awet Muda Air Cikahuripan


Situs yang demikian menarik dan banyak dikunjungi peziarah adalah Cikahuripan. Para peziarah umumnya amat meyakini, air Cikahuripan ini memiliki khasiat yang membuat orang menjadi awet muda dengan cara meminum air yang demikian bening.

Air Cikahuripan ini memiliki khasiat yang membuat orang menjadi awet muda dengan cara meminum air yang demikian bening.
Air Cikahuripan Bikin Awet Muda

Cikahuripan ini tetap dipelihara dengan baik, selain karena peziarah meyakini dengan meminum air ini akan menjadi awet muda, juga airnya dapat diminum mentah. Bersih dan memang mengandung khasiat.

Berdasarkan penelitian sebagaimana diuraikan oleh para petugas di sana seperti Agus Abdulharis dari BP3 Serang yang ditugaskan di obyek wisata Karang Kamulyan, Suartono pelaksana retribusi, Endang Koswara, Koordinator obyek wisata Karang Kamulyan Jaya Pelasina, semuanya membenarkan. “Memang ada khasiatnya”, ujar Jaya.

Hanya, kata Endang Koswara, hasil penelitian DR. Tony dari Balai Arkeologi Bandung, air Cikahuripan memang menyehatkan. Karena mengandung obat untuk penyembuhan atau untuk kesehatan yang diminum tanpa digodok lagi. Ini karena air yang keluar di Cikahuripan dari akar-akar pohon di sekelilingnya.

Anda pun dapat meminumnya untuk kesehatan tanpa perlu dimasak dulu. Air itu terjaga kebersihannya. Apalagi di sekelilingnya rimbun dengan pepohonan dan tidak ada seorang pun peziarah yang berani buang kotoran, buang air kecil misalnya.

Situs-situs lainnya adalah situs Sanghyang Bedil. Dulunya, tempat ini sebagai tempat gudang persenjataan kerajaan Galuh. Situs ini juga tetap terjaga dan tidak ada seorang pun yang berani mengusiknya. Ada juga batu stupa sebagai lambang peribadatan. Di areal ini dulunya merupakan tempat peribadatan.

Di areal dekat stupa, juga kita dapati gong perdamaian. Menurut Endang Koswara, Gong perdamaian dunia dibangun atas prakarsa Yayasan Polwil Priangan yang saat itu dimotori oleh Kombes Pol. Drs. Anton Charliyan, M.PKn. Unik saat dibangunnya juga karena angka 9 mendominasi waktunya, 9-9-2009 jam 09.09 WIB.

Ada juga situs panyandaan. Menurut petugas di sana, situs ini merupakan tempat istirahat permaisuri setelah melahirkan. Dengan istirahat di tempat ini, permaisuri pulih staminanya sehingga banyak peziarah yang mempercayai memiliki keramat.

Situs pamangkonan juga banyak diyakini peziarah sebagai tempat keberuntungan. Sebab, menurut petugasnya, situs pamangkonan adalah batu yang dapat diangkat. Jika saat diangkat oleh paziarah terasa ringan, ini mengandung arti masalah yang berat pun akan menjadi ringan.

Umumnya peziarah yang meyakini ini banyak berdatangan karena memiliki masalah yang rada sulit terpecahkan sehingga dengan berziarah untuk memangku batu ini dan jika terasa ringan berarti masalahnya dapat diatasi.

Makam Adipati Panaekan juga terpelihara dengan baik.Menurut petugas obyek wisata ini, Adipati adalah yang pertama memimpin wilayah Ciamis yang saat itu bernama Nagara Tengah. Tetapi, Adipati suatu ketika perlaya karena dibunuh oleh adik iparnya, Wira Perbangsa karena berselisih pendapat tentang penyerangan.

Situs patimuan juga merupakan obyek wisata yang menarik. Karena obyek ini merupakan tempat bertemunya dua aliran sungai Citanduy dan Cimuntur. Tempat ini dikenal sebagai dermaga untuk tempat perlintasan masyarakat melalui jalan sungai. Kondisi airnya berbeda. Citanduy berwarna bening, tetapi Cimuntur berwarna kecoklatan.

Semua situs tetap dipelihara. Wisatawan pun banyak yang mengunjungi areal Karang Kamulyan, karena arealnya ditata apik dengan tetap menjaga kebersihan dan tentu saja ada istilah tabu mengotori tempat itu. Peziarah pun meyakini. Ini artinya, melalui kata itu, orang takut dan khawatir terkena supata. Walahua’lam.