Bursa Buku Palasari Diburu yang Haus Ilmu
Cari Berita

Advertisement

Bursa Buku Palasari Diburu yang Haus Ilmu

Destinasi Nusantara
Senin, 26 November 2018

Orang bijak menilai buku gudang ilmu. Karena itu pantang menjual buku ilmu. Mereka menjual ilmu karena hasil ilmu yang diperolehnya dengan membaca dan mendalami buku. Bahkan, Allah SWT dalam Al Qur’an telah memerintahkan umatNya “Iqro”. Bukan hanya membaca, melainkan mendalami dan memahami isi yang terkandung dalam buku.

Tidak sedikit orang yang menjadi kaya atau menjadi cerdik pandai karena begitu sering dan rajinnya membaca buku. Kita bisa melihat tingkat kecerdasan seseorang dalam pergaulan. Orang yang rajin dan sering membaca buku, akan mampu menerangkan apa yang ditanyakan teman gaulnya. Sementara yang malas membaca buku akan kelimpungan mendengar obrolan teman gaul. Untung jika orang itu menjadi pendengar yang baik dan mampu menerjemahkan pembicaraan tadi.

Tetapi banyak pula yang ngabalieur dan tidak mau mendengarkan obrolan serta pembicaraan teman gaul. Orang semacam itu termasuk golongan yang malas menimba ilmu. Jika pun sekolah atau kuliah, kemungkinan hanya memenuhi keinginan orang tuanya saja. Padahal, budaya Sunda telah memberi garis, ilmu juga bisa diperoleh dari sesama teman gaul. Rasulullah SAW sendiri telah memberi ingat kepada umatnya, carilah ilmu walau harus sampai ke negeri Cina. Itu tandanya, peranan ilmu dalam kehidupan manusia demikian besar.

Manusia tumbuh dan berkembang hingga kini, membentuk peradaban. Peradaban tumbuh dari perkembangan ilmu pengetahuan. Sejarah membuktikan bahwa semenjak manusia mengenal tulisan lembaran-lembaran kertas yang dihimpun menjadi sebuah buku adalah sumber acuan perkembangan pengetahuan dari satu tahap menuju tahap berikutnya. Karena itu buku disebut sumber pengetahuan.

Kebutuhan terhadap buku di masyarakat saat ini sudah menjadi hal yang utama. Mulai dari usia sekolah sampai dengan masa bekerja tak lepas dari buku. Bandung sebagai salah satu kota pelajar, sangat memerlukan pusat perbelanjaan buku yang di samping lengkap juga nyaman dikunjungi.

Tak hanya terkenal akan seni budaya atau pariwisatanya saja, ternyata Kota Bandung merupakan kota Pendidikan. Di kota inilah, presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno mengasah ilmunya di di Institut Tekhnologi Bandung (ITB). Tidak sedikit pelajar dari luar kota bahkan luar negeri yang rela menjalani study di Kota Kembang. Nyatanya, beberapa sekolah mau pun perguruan tinggi ternama di kota ini mampu bersaing dengan perguruan tinggi di dunia internasional.

Dalam menggeluti dunia pendidikan, tentunya berhubungan dengan buku sebagai sarana pembelajaran sehari-hari. Kalau di Jakarta punya Kwitang, di Kota Bandung sendiri terdapat Bursa Buku Palasari. Di kawasan Jalan Palasari inilah, ratusan kios menjual aneka jenis buku dengan harga yang bersaing. Mulai dari buku pelajaran anak SD hingga diktat kuliah, novel, sastra, sejarah, buku teknologi hingga komik sekali pun mudah didapat. Masyarakat mau pun pelancong dapat meluangkan waktunya untuk membeli buku yang dicari.

Bursa Buku Palasari


Apabila mengunjungi toko buku ternama, mungkin anda akan merasa jenuh karena dibebani dengan aturan-aturan yang berlaku di toko. Lain halnya ketika anda berada di Bursa Buku Palasari. Disini, masyarakat akan merasa santai, nyaman, serta bebas berekspresi. Harga buku yang ditawarkan pun tergolong murah ketimbang anda membeli di tempat lain. Puluhan pedagang senantiasa menawarkan buku-buku tersebut dengan ramah.

Berburu buku murah di bursa buku palasari yang dapat dijangkau dari Jl. Buahbatu, Jl. Lodaya atau Jl. BKR simpang Jl. Lodaya belok kiri dan sekitar 5 menit sudah sampai di lokasi Bursa Buku Palasari.
Berburu Buku di Bursa Buku Palasari

Lokasinya dapat dijangkau dari Jl. Buahbatu, Jl. Lodaya atau Jl. BKR simpang Jl. Lodaya belok kiri dan sekitar 5 menit sudah sampai di lokasi Bursa Buku Palasari. Bursa Buku Palasari kebanyakan dipenuhi oleh mahasiswa atau pun pelajar yang beritikad mencari ilmu namun juga tak mau isi dompet tipis hanya karena harga mahal di toko-toko buku besar. Disini, anda bebas melakukan tawar menawar dengan pedagangnya.

Namun yang pasti anda tetap harus teliti dan serius ngubek kios-kios di sini. Karena satu judul buku bisa bervariasi harganya. Selain itu, ada baiknya bagi anda untuk mencari sendiri buku-buku yang anda cari ketimbang meladeni orang yang menawarkan diri untuk mencarikan buku yang anda cari. Karena bisa jadi orang itu adalah calo. Di Bursa Buku Palasari ini anda juga dapat menjual buku-buku bekas. Perhitungan harganya akan sesuai dengan berat (kg) buku-buku yang ingin anda jual.

Unik bukan??? Di samping mencari buku untuk ilmu pengetahuan, kita juga dapat memperoleh keuntungan dari buku bekas yang kita jual. Nah, Bursa Buku Palasari dapat menjadi asset yang berharga bagi kota Bandung sebagai kawasan yang termasuk kepada pusat perdagangan sekunder dan dapat berfungsi sebagai counter magnet untuk wisatawan lokal.

Sebenarnya, pencari buku bukan hanya warga Kota Bandung semata, melainkan juga banyak yang datang dari luar Kota. Mereka sudah mengetahui, harga-harga buku di Palasari miring dibandingkan dengan di toko-toko buku. Sementara kualitas tidak jauh berbeda. Yang membedakannya hanyalah toko dan kios. Padahal kelengkapan bukunya diduga lebih lengkap.

Entah dari mana mereka mendapatkannya. Judul bukunya begitu lengkap. Sama dengan yang dijual di toko-toko buku besar. Jika suatu saat kita mencari judul buku anu, tetapi tidak kita dapati. Pedagang buku akan menjanjikan dua atau tiga hari lagi. Janjinya memang benar. Tepat. Ketika kembali sudah tersedia bukunya dan tinggal adu tawar saja.

Kesimpulan


Demikian artikel tentang bursa buku Palasari yang ada di kota Bandung. Untuk lebih jelasnya, silahkan kunjungi website resminya di Bursa Buku Palasari dan harap siapkan kantongan sebanyaknya untuk borong banyak buku di toko ini.