Eksplorasi Kota Gudeg
Cari Berita

Eksplorasi Kota Gudeg

Destinasi Nusantara
Minggu, 04 November 2018

Bandung-Jogyakarta memang jauh. Perjalanan melalui jalur kereta api dari Bandung ditempuh dalam tempo 8 jam. Tentunya, tidur malam di perjalanan. Karena perjalanan malam, capek pun tak terasa. Hanya tujuan saja yang terbayang. Sebagaimana layaknya stasiun kereta api, stasiun Jogya pun tak jauh berbeda dengan stasiun Bandung.

Perjalanan bersama rekan sekerja, lebih mengasyikkan. Selama perjalanan percakapan tiada henti. Hanya bagi orang yang sering terkena kantuk saja yang menghentikan obrolan. Terkulai. Terkadang kepala menempel di bahu orang.

Tiba di Stasiun Jogya subuh. Walau demikian, hingar bingar stasiun tetap terasa. Begitu tiba di Jogya, salah tujuan pertama adalah penginapan. Selain untuk mengistirahatkan otot badan yang pegal karena duduk semalaman, juga ingin mandi.

Hotel Jogja Kembali menjadi tujuan. Di sini memang suasananya begitu nyaman. Dengan tarif yang dapat dijangkau oleh kocek yang pas-pasan, juga fasilitasnya cukup memadai dengan pelayanan yang juga cukup baik. Yang penting pula, hotel itu strategis. Dekat dengan pusat belanja oleh-oleh dan cenderamata. Jalan Malioboro.

Puas dengan istirahat di hotel, kami pun jalan-jalan. Tujuan pertama mengunjungi “Tamansari”. Ini merupakan tempat yang cocok dan menarik untuk sekedar berfoto. Apalagi di sekitar itu ada goa di bawah masjid yang ramai dikunjungi orang.

Jogya di Malam Hari


Berjalan-jalan di Malioboro layaknya kita berjalan-jalan di sekitar Alun-alun-Dalem Kaum atau Jl. Kapatihan. Apa pun yang diinginkan tersaji. Mau cenderamata apa saja dapat dijangkau dengan kocek. Kuliner pun banyak yang sama, tetapi citarasanya yang membangunkan selera.

Eksplorasi kota Gudeg Jogya seperti tamansari, Kuliner dan cendramata malioboro, minuman khas kopi joss di malam hari sangat cock bagi wisatawan pendatang dari luar jogya.
Potret Keindahan Kota Gudeg

Jalan-jalan sepanjang Malioboro, tidak membosankan. Apalagi di malam hari. Nampaknya Kota Jogya lebih indah dinikmati saat malam hari. Apalagi di sepanjang Malioboro sudah begitu ramai dengan para pedagang.

Para pedagang kaki lima hamper menguasai sepanjang badan Jl. Malioboro, walau pun banyak pula toko-toko yang juga menjajakan aneka keperluan cenderamata. Di sepanjang Malioboro bukan hanya dijajakan aneka busana, batik, atau aksesoris dan aneka perhiasan. Semuanya dapat dijangkau dengan kocek pelancong.

Ada suatu took, Mirota. Di sini aneka hasil kerajinan khas Jogya tersaji dengan harga yang berlainan di PKL. Namun, harganya walau agak tinggi, masih dapat dijangkau oleh kocek. Di took Mirota bukan hanya barang-barang kerajinan khas saja, melainkan juga tersedia aneka tas yang trendy atau sepeda.

Meski bukan hari libur, namun Malioboro selalu ramai dengan pengunjung. Termasuk juga wisatawan mancanegara hilir mudik menyaksikan aneka keperluan cenderamata yang layak dibawa ke negerinya. Wisatawan mancanegara itu tampak banyak tertarik dengan aneka cenderamata dan asyiknya menikmati kuliner sambil lesehan atau di rumah-rumah makan khas.

Sebelum pulang, kami pun ingin menikmati makanan khas lesehan yang dikenal dengan “angkringan”, termasuk juga menikmati minuman khas “kopi joss”. Eemmhhh nikmatnya lesehan dengan minum kopi khas.

Rangkuman


Demikian artikel jelajah wisata tentang eksplorasi kota Gudeg yang ada di Jogja. Panorama keindahan saat malam hari justru lebih memancar loh. Jadi, silahkan ke jogja dan pesan tiket ke jogja sekarang dan mulai explorasi kota gudeg ini.