Festival Kawah Putih Menggaet Wisman
Cari Berita

Advertisement

Festival Kawah Putih Menggaet Wisman

Destinasi Nusantara
Selasa, 13 November 2018

Festival Kawah Putih di Ciwidey Kab. Bandung selama dua hari, belum lam ini suatu indikasi keinginan mengembangkan pariwisata di samping demi memelihara serta menjaga nilai-nilai budaya yang sudah mengakar kuat.

Festival Kawah Putih di Ciwidey Kab. Bandung menggaet wisatawan mancanegara loh, yuk kesini.
Festival Kawah Putih

Masyarakat di sekitar Ciwidey bergembira karena dengan dihidupkannya kembali ritualisme sekitar gunung Patuha, kawah putih sebagai obyek wisata akan tetap menjadi incaran wisatawan. Nilai-nilai budaya yang ada di sekitar Gunung Patuha yang berada dalam pengawalan tujuh kuncen akan bergaung kembali.

Niat dari Perum Perhutani Unit III Jabar-Banten juga berharap, dengan kembali ruwatan yang sudah 100 tahun tahun tak digelar, wisatawan; baik wisatawan nusantara atau pun mancanegara akan kembali dapat digaet.

Sebab, sejak lama kawah putih di Gunung Patuha Ciwidey itu sudah dikenal di mancanegara. Karena itu, wisatawan pada setiap musim libur selalu berbondong-bondong ke kawah putih. Pertama, karena kondisi udaranya yang nyaman, segar dan menyehatkan, dan ke dua, di sana ada kolam pemandian yang bisa membuat badan menjadi segar-bugar. Ke tiga, wisatawan pun dapat menikmati buah strawberry segar dengan harga yang murah.

Pengelolanya sendiri berkehendak, ruwatan ini akan tetap digelar setahun sekali seperti pada awalnya. Para juru kunci pun menyatakan kegembiraannya karena dengan demikian, nilai budaya tradisi akan tetap terwarisi dan lestari. Tujuan pengelola, dengan berkembangnya pariwisata di kawasan Bandung Selatan berarti wisatawan akan membeli seni buidaya yang tersedia di sana.

Selain itu, juga masyarakat umum akan kecipratan rejeki. Sebab, hasil olahan mereka yang manual juga bisa menjadi oleh-oleh buat wisatawan.

Di lain pihak Wagub Jabar, Dede Yusuf yang sangat perhatian terhadap pariwisata berpesan agar penataan lingkungan dan gebyarnya kembali ruwatan harus lebih baik lagi agar wisatawan mancanagara dapat melirik obyek wisata alam yang indah ini. Dengan begitu mereka ingin mengunjungi obyek alam yang fantastik itu.

Menggaet wisatawan mancanegara memang tidak mudah. Harus ada kerjasama dengan usaha jasa travel semacam Asita. Asita-lah yang tahu, kemana obyek ini akan dijual. Ke Eropa, Asia atau Cina. Pasarnya memang macam-macam. Asita dengan teknik-teknik pasarnya akan mampu menjual obyek alam itu. Sudahkah ada kerjasama. Keuntungannya kan bagi semua pihak, termasuk masyarakat.