Legenda Di Balik Daerah Wisata Bukit Kerikil Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah
Cari Berita

Legenda Di Balik Daerah Wisata Bukit Kerikil Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Destinasi Nusantara
Kamis, 08 November 2018

Tempat Wisata Bukit Batu di Kabupaten Katingan. yaitu tempat yang sangat tidak absurd bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah, bukit ini sangat dikenal sebab merupakan tempat bertapanya (Balapah) Tjilik Riwut.

Tjilik Riwut yaitu salah satu satria nasional dan pendiri propinsi ini. Kawasan wisata yang  unik ini, tidak hanya bisa menjadi tempat untuk menghabiskan liburan, sedangkan bagi para pengendara yang melintasi tempat ini sanggup juga me-refresh dan membuang rasa penat. 

 yaitu tempat yang sangat tidak absurd bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah Legenda di Balik  Tempat Wisata Bukit watu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Bukit Batu merupakan tempat tempat wisata dikabuoaten Katingan berupa bukit kecil yang banyak dijumpai batu-batu besar dengan bermacam-macam bentuk sehingga menciptakan suatu pemandangan yang unik bisa anda nikmati dikala berkunjung ke tempat tersebut. Selain watu tempat pertapaan Tjilik Riwut, masih ada beberapa watu lain yang juga di percayai oleh masyarakat sekitar mempunyai unsur magis yang sering menjadi tempat berdoa (meminta hajat) bagi masyarkat sekitar sesuai dengan keinginan. 

Legenda Bukit Batu


Selain anda menikmati tempat wisata bukit watu ini tidak ada salahnya bila mengetahui juga sejarah/asal seruan maupun legenda yang ada di bukit ini. Legenda wacana Bukit Batu yang berkembang di masyarakat kalimantan tengah ini diawali dengan kisah seorang penduduk desa Tumbang Liting yang "sakti" berjulukan Burut Ules yang pergi menuju ke suatu tempat untuk membuka lahan (ladang) Seorang diri, dengan kemauan dan bekerja keras, membabat hutan, membangun pondok untuk tempat beristirahat.

Suatu ketika di siang yang panas dengan teriknya sinar matahari namun disertai turunnya rintik-rintik hujan gerimis, Burut Ules sedang beristirahat melepas lelah, tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan tujuh bidadari manis yang turun dari langit pribadi menuju telaga yang berada tak jauh dari tempatnya beristirahat waktu itu. Dengan rasa ingin tau Burut Ules mendekati telaga, mengendap-endap untuk mencari tahu apa yang terjadi di telaga tersebut.

Rupanya para bidadari itu sedang mandi sambil bercanda tawa dengan ceria. Burut Ules terpana, matanya pribadi tertuju pada salah seorang yang nampak paling muda di antara para bidadari itu, gerak geriknya menciptakan Burut Ules terpesona dan dikala itu juga Burut Ules pribadi jatuh cinta.

Setelah puas mandi dan berenang, mereka kembali berpakaian dan melompat ke angkasa menuju langit. Sejak dikala itu Burut Ules menjadi bingung dan gelisah, ia sangat menyesal mengapa pada dikala itu tidak pribadi memeluk si pencuri hatinya yang sedang mengenakan pakaiannya seusai mandi, padahal jarak antara mereka tidak jauh.

 yaitu tempat yang sangat tidak absurd bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah Legenda di Balik  Tempat Wisata Bukit watu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Suatu hari, ketika matahari sedang bersinar terik dan hujan turun rintik-rintik, menyadari cuaca agak ganjil tersebut merupakan mengambarkan turunnya para bidadari untuk mandi, maka bergegaslah Burut Ules ke semak-semak menunggu dan mengamati telaga tempat idaman hatinya mandi. Usaha dan penantiannya tidak sia-sia, tidak usang kemudian di langit terlihat rombongan bidadari yang terbang menukik menuju telaga.

Ketujuh bidadari itu kemudian dengan ceria terjun ke telaga, mandi sambil berenang, penuh tawa ria. Namun ketika mereka naik untuk berpakaian, dikala itulah Burut Ules mendadak muncul di antara mereka dan serta-merta memeluk bidadari yang paling muda, pujaan hatinya tersebut.

Kepanikan pun terjadi, para bidadari yang lain dengan tergesa-gesa menggunakan pakaiannya masing-masing kemudian pribadi terbang menuju langit dengan meninggalkan si adik bungsu yang ketakutan dalam pelukan erat Burut Ules.

Burut Ules alhasil menikah dengan bidadari pujaan hatinya. Singkat cerita, isteri Burut Ules hamil dan lahirlah seorang anak pria (yang namanya tidak bisa disebutkan pada goresan pena ini sebab memerlukan izin khusus dan ritual tertentu). Burut Ules hidup senang bersama anak dan isterinya.

Beberapa waktu kemudian, datanglah seorang cowok mengunjungi kediaman Burut Ules. Isteri Burut Ules mengenalkan kepada suaminya bahwa cowok tersebut yaitu salah seorang saudaranya yang tiba untuk mengunjungi mereka. Burut Ules mendapatkan kehadiran cowok tersebut dengan baik, bahkan cowok itu diizinkan turut menginap di rumahnya.

Namun, usang kelamaan Burut Ules merasa curiga sebab setiap mandi di telaga, mereka selalu pergi berdua. Anak mereka yang masih bayi ditinggal begitu saja di gubuk. Rasa cemburu mulai muncul, namun apabila Burut Ules menanyakan hal tersebut, isterinya selalu memperlihatkan tanggapan yang sama, bahwa cowok tersebut memang benar saudaranya.

 yaitu tempat yang sangat tidak absurd bagi masyarakat khusus masyarakat Kalimantan Tengah Legenda di Balik  Tempat Wisata Bukit watu Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah

Akhirnya Burut Ules sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan istrinya yang sering mandi bersama lelaki yang diakuinya sebagai saudara, dan Burut Ules pun membunuh pria tersebut. Burut Ules menikam cowok hitam tinggi besar tersebut dengan tombak sampai tewas namun seketika jasadnya lenyap secara gaib.

Ketika Burut Ules pulang ke rumah, dijumpainya isterinya berdiri di hejan (tangga rumah) sambil menggendong anak lelaki mereka satu-satunya. Ketika melihat Burut Ules datang, dengan nada penuh sedih isterinya menyampaikan bahwa ia sangat sedih dan kecewa sebab suaminya tidak lagi mempercayainya bahkan tega membunuh saudaranya. Oleh sebab itu ia bertekad untuk pulang ketempat asalnya dengan membawa serta putra mereka.

Sebelum pergi, masih sempat isterinya berpesan bahwa kelak di kemudian hari apabila keturunan Burut Ules membutuhkan bantuannya, maka anak semata wayang mereka akan selalu siap membantu.

Dikatakan pula bahwa kelak apabila anak mereka telah dewasa, ia tidak sanggup hidup dan berdiam di alam dimana ibunya berada sebab ayah dan ibunya berasal dari alam yang berbeda. Oleh sebab itu apabila anak mereka telah dewasa, ia akan kembali ke alam ayahnya. Setelah berkata demikian anak dan ibu lenyap dari pandangan mata Burut Ules meninggalkan penyesalan dan kesedihan yang mendalam di hati Burut Ules.

Sesal kemudian tak berguna. Burut Ules mencoba bangun dari kesedihannya. Menyibukan diri melupakan kesedihannya dengan bekerja mengurus ladang, menangkap ikan, dan aktifitas lain. Waktu berlalu, bertahap Burut Ules bisa bangun kembali dari kesedihan akhir ditinggal pergi oleh isteri dan anaknya. Kemudian kawinlah ia dengan anak Kutat. Dari perkawinan ini lahirlah dua orang anak, seorang pria dan seorang perempuan.

Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar bunyi gemuruh halilintar memekakkan telinga. Petir kilat sambar menyambar. Saat itu sebuah watu besar diturunkan dari langit, diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah mistik bersama isteri pertamanya, dikala itu telah dewasa.

Sesuai janji, apabila telah cukup umur ia akan kembali ke alam tempat bapaknya bertempat tinggal, maka kesepakatan itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit yang kemudian populer dengan nama Bukit Batu diyakini sebagai tempat kediamannya, walau tak terlihat dengan mata jasmani, namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut.

Oleh masyarakat setempat, sampai sekarang Burut Ules diyakini tidak meninggal melainkan berpindah ke alam gaib.

Fasilitas di Wisata Gunung Batu


Itu tadi sekelumit dongeng legenda yang ada di bukit batu, namu Secara umum, tempat wisata tersebut cukup nyaman. Tersedia Fasilitas menyerupai Toilet umum kondisinya masih cukup baik. Di beberapa sudut tempat-tempat sampah sudah di tempatkan sehingga tidak perlu repot bila ingin membuang sampah. Ketersediaan tempat parkir yang luas dan cukup teratur juga menjadi nilai plus bagi tempat wisata ini.

Untuk memasuki Kawasan Wisata Bukit Batu, setiap pengjung akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 2000,- rupiah per orang (dewasa) sedangkan untuk parkir sepeda motor dikenakan biaya Rp 1000,- per buah. Untuk anda yang haus, di sekitar pintu masuk taman wisata juga telah terdapat beberapa mini kios penjual beraneka jajanan dan minuman dingin, dan buah kelapa muda yang menyegarkan.

Lokasi Wisata Bukit Batu


Untuk menuju tempat ini dari ibu kota Kalimantan Tengah berjarak sekitar 65 km atau kurang lebih satu jam perjalanan dengan roda dua maupun roda empat, saluran jalan untuk menuju bukit watu sudah sangat bagus dan mulus sehingga memudahkan setiap pengunjung.

Setelah perjalanan panjang maka akan ditemuilah sebuah gerbang yang bertulisan Kota Kasongan, dan disini lah objek wisata bukit watu ini terletak di sebelah kanan kalau dari arah Palangkaraya. 

Halamannya yang luas menciptakan tempat ini selalu ramai dijadikan tempat istirahat dari banyak sekali kota menyerupai Kasongan dan Sampit menuju Kota Palangkaraya. Memasuki pintu gerbang halaman yang berumput dan ada juga beberapa pedagang yang berjualan makanan dan minuman sehingga walau kehausan sesudah di perjalanan ada banyak pilihan untuk menghilangkan dahaga itu.

Demikian ulasan sekitar tempat wisata bukit watu di kabupaten katingan kalimantan tengah dan legenda di bukit watu tersebut, biar tempat wisata kalimantan khususnya Kalimantan tengah bisa terjaga dengan baik sehingga bisa menarik lebih banyak minat pengunjung untuk tiba ke Provinsi dengan ibu kota Palangkaraya ini.