Sejarah dan Pesona Kota Bandung
Cari Berita

Advertisement

Sejarah dan Pesona Kota Bandung

Destinasi Nusantara
Rabu, 14 November 2018

Sejarah dan Pesona Kota Bandung - Sering ke Bandung atau berwisata menjejaki keindahan kota Bandung tetapi tidak tahu sejarahnya? Wah, kan aneh yah apalagi berdomisili tetapi tidak paham bagaimana history kota Bandung? Simak ulasan dibawah ini supaya paham yah.

Sejarah Kota Bandung


KATA “Bandung” berasal dari kata bendung atau bendungan alasannya yaitu terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang kemudian membentuk telaga

Menurut mitos, nama “Bandung” diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua bahtera yang diikat berdampingan yang disebut bahtera bandung yang dipakai oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum (Sunda: Ci = Cai = Air = Sungai) dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang gres untuk menggantikan ibukota yang usang di Dayeuhkolot.

Yuk simak bagaimana sih sejarah perkembangan kota Bandung hingga pesona aneka wisatanya di ulasan tentang bandung edisi wisata.
Bandung, Jawa Barat

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di wilayah Jawa Barat yang menjadi ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia sehabis Jakarta dan Surabaya. 

Julukan Kota Kembang Kota Bandung dijuluki Kota Kembang. Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, sejarahwan Haryoto Kunto menulis, kembang yang dimaksud ialah Kembang Dayang yang dalam bahasa Sunda sama dengan WTS (Wanita Tunasusila) atau PSK (Pekerja Seks Komersial). 

Istilah kota kembang berasal dari kejadian yang terjadi tahun 1896 ketika Bestuur van de Vereninging van Suikerplanters (Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula) yang berkedudukan di Surabaya menentukan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan kongresnya yang pertama. 

Sebagai panitia kongres, Tuan Jacob menerima masukan dari Meneer Schenk biar menyediakan ‘kembang-kembang’ berupa "noni cantik" Indo-Belanda dari wilayah perkebunan Pasirmalang untuk menghibur para pengusaha gula tersebut. Setelah kongres, para tamu menyatakan sangat puas. Kongres dikatakan sukses besar. 

Dari lisan penerima kongres itu kemudian keluar istilah dalam bahasa Belanda De Bloem der Indische Bergsteden atau ‘bunganya’ kota pegunungan di Hindia Belanda. Dari situ muncul julukan kota Bandung sebagai kota kembang. 

Julukan Parijs van Java Dalam buku Otobiografi Entin Supriatin, Deritapun Dapat Ditaklukan. Mitra Media Pustaka. Bandung (2006) disebutkan, Bandung dikenal dengan sebutan Parijs Van Java atau Paris-nya Pulau Jawa. Mungkin menduga istilah itu muncul dari keindahan kota Bandung sama dengan keindahan kota Paris. 

Padahal bukan itu. Sebenarnya, istilah Parijs van Java muncul alasannya yaitu pada waktu itu di Jalan Braga terdapat banyak toko yang menjual barang-barang produksi Paris, terutama toko pakaian. Toko yang terkenal diantaranya yaitu toko mode dan pakaian, Modemagazinj ‘au bon Marche’ yang menjual gaun perempuan mode Paris. 

Ada juga restoran yang makanan khas Paris Maison Bogerijen yang menjadi tempat santap para pejabat dan pengusaha Hindia Belanda atau Eropa. Dari situlah muncul julukan lain bagi kota Bandung sebagai Parijs van Java. Julukan Kota Belanja Selain itu, kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet (FO) yang banyak tersebar di kota ini. 

Tahun 2007, British Council menimbulkan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan. Kilas Sejarah Kota Bandung Tahun 1896 Bandung belum menjadi kota tetapi hanya “kampung”. Penduduknya yang terdata 29.382 orang, sekitar 1.250 orang berkebangsaan Eropa, dominan orang Belanda. 

Saat itu Bandung hanyalah desa bodoh yang belepotan lumpur, bahkan Jalan Braga yang kemudian melegenda di Bandung masih berupa jalan tanah becek bertahi sapi dan kuda. Kota Bandung mulai dijadikan sebagai daerah pemukiman semenjak pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 wacana pembangunan sarana dan prasarana untuk daerah ini. 

Dikemudian hari kejadian ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung. Kota Bandung secara resmi menerima status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906 dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha di tahun 1949, hingga terakhir bertambah menjadi luas wilayah ketika ini. 

Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini di bakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai serpihan dalam taktik perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain. Sebutan Bandung Lautan Api sekarang dipakai sebagai nama stadion bertaraf internasional di daerah Gedebage, wilayah timur kota Bandung: Stadion Gelanggang Olahraga Bandung Lautan Api (GBLA).

Back to Content


Aneka Wisata di Bandung


Liburan ke Bandung untuk mengunjungi banyak sekali tempat wisata di bandung yang menarik niscaya menjadi sesuatu yang diinginkan dan diburu wisatawan baik dalam maupun mancanegara.

Terkadang sensasi petualangan rekreasi dan jalan-jalan di ibukota bumi parahyangan ini menciptakan sebagian besar wisatawan tidak kuasa untuk selalu kembali tiba ke bandung baik setiap final pekan terlebih masa liburan panjang. Seperti kita ketahui, obyek wisata alam bandung terkenal banyak sekali ragam dan tempatnya yang tersebar di hampir seluruh penjuru kota bandung dan sekitarnya.
Back to Content


Curug Dago

Yuk simak bagaimana sih sejarah perkembangan kota Bandung hingga pesona aneka wisatanya di ulasan tentang bandung edisi wisata.
Curug Dago

Curug Dago yaitu sebuah penderasan yang terletak di Kecamatan Coblong, Dago, Bandung. Air terjun Curug Dago memang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 10 meter tingginya, namun penderasan tersembunyi ini sangatlah indah dan menarik untuk dilihat. Curug Dago tidak terlalu terkenal di indera pendengaran wisatawan, namun tidak ada salahnya mencoba tiba ke Curug Dago 
Back to Content


Air Panas Ciater 

Yuk simak bagaimana sih sejarah perkembangan kota Bandung hingga pesona aneka wisatanya di ulasan tentang bandung edisi wisata.
Air Panas Ciater

Air Panas Ciater yang berada di perbatasan Subang yaitu salah satu tempat wisata di Bandung dan sekitarnya yang paling ramai dikunjungi wisatawan alasannya yaitu selain berfungsi sebagai sarana rekreasi, Air Panas Ciater juga memiliki imbas kesehatan bagi Anda. Terletak sekitar 30 KM di utara kota Bandung, sumber Air Panas Ciater berasal dari sebuah kawah aktif di Gunung Tangkuban Perahu. Berendam di air sulfur Ciater sangat cocok bagi Anda yang ingin beristirahat sejenak. 
Back to Content


Gunung Tangkuban Perahu

Yuk simak bagaimana sih sejarah perkembangan kota Bandung hingga pesona aneka wisatanya di ulasan tentang bandung edisi wisata.
Gunung Tangkuban Perahu

Berada sekitar 20 KM di utara kota Bandung, Gunung Tangkuban Perahu yaitu gunung berapi yang terletak di perbatasan Subang dan Lembang. Keunikan dari Gunung Tangkuban Perahu yaitu bentuknya yang mirip sebuah bahtera terbalik, sesuai dengan legenda yang menyampaikan bahwa Gunung Tangkuban Perahu berasal dari bahtera yang ditendang hingga terbalik oleh Sangkuriang. 

Gunung Tangkuban Perahu yaitu sebuah tempat wisata alam yang sudah menjadi salah satu tempat wisata di Bandung dan sekitarnya yang paling terkenal.Dan masih banyak lagi tempat wisata di Bandung Jawa Barat.
Back to Content


Penutup


Demikian artikel tentang sejarah dan pesona kota bandung yang bisa menjadi catatan kita semua agar memahami betul perkembangan kota Bandung dari dulu hingga kini. Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak beberapa daftar destinasi wisata bandung pada web ini.
Back to Content